Stop Global Warming, Mulai Langkah Pencegahan!

Daftar Artikel

myeco.id | source pexels

Pemanasan global atau global warming adalah salah satu penyebab kesehatan bumi semakin terancam. Jika hal ini terus berlangsung tanpa ada tindakan pencegahan, maka keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya juga akan terancam.

Sebagai manusia yang memimpin kehidupan di bumi, kita perlu melakukan sebuah perubahan untuk bisa menjaga bumi menjadi lebih baik. Perubahan yang diperlukan adalah sebuah gerakan untuk mencegah dan stop global warming.

Untuk mengetahui gebrakan apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya global warming, kita perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab dan dampaknya. Dengan demikian, strategi pencegahan global warming bisa diciptakan agar merata dan terstruktur untuk skala global.

Penyebab Global Warming

Secara umum, global warming terjadi karena aktivitas manusia yang menghasilkan polusi penyebab global warming. Berikut adalah aktivitas dan kebiasaan manusia yang menjadi penyebab global warming atau pemanasan global.

1. Deforestasi

Deforestasi adalah kegiatan penebangan hutan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan berbagai industril. Faktanya, tak jarang ada oknum yang menggunakan teknik pembakaran, untuk lebih cepat mendapatkan lahan untuk pembangunan.

Selain merusak keseimbangan lingkungan, kegiatan pembakaran ini juga menghasilkan banyak gas karbon dioksida dan karbon monoksida yang termasuk ke dalam zat gas rumah kaca. Semakin banyak gas-gas tersebut dihasilkan, semakin besar pula peluang terjadinya pemanasan global.

2. Kegiatan Pertanian dan Pertenakan

Selain proses deforestasi untuk mendapatkan lahan, kegiatan pertanian dan peternakan juga menyumbang zat gas kaca. Pupuk yang dihasilkan dan digunakan dalam industri ini menghasilkan gas berbahaya, yaitu gas dinitrogen oksida.

Selain itu, kotoran dan gas yang dihasilkan hewan ternak, terutama sapi dan kerbau juga mengandung metana. Metana adalah jenis gas yang mampu mengikat panas 84 kali lebih besar daripada jenis gas karbon dioksida.

3. Penggunaan Kendaraan Bermotor

Lebih dari 90% kendaraan bermotor menggunakan petroleum, seperti bensin atau diesel sebagai bahan bakar utama. Bahan bakar tersebut menghasilkan polusi berupa karbon dioksida, metana, dan dinitrogen dioksida yang termasuk dalam jenis gas rumah kaca.

Setiap jenis gas pulotan tersebut bisa memiliki kemampuan yang berbeda dalam mengikat panas. Dengan demikian, panas yang diserap dari penggunaan kendaraan bermotor lebih besar karena menghasilkan 3 jenis gas yang berbeda dengan daya ikat yang besar.

4. Limbah Industi

Kegiatan industri dan rumah tangga menjadi salah satu pemicu terjadinya pemanasan global. Menurut studi, revolusi industri pada abad ke-19 menjadi awal munculnya pemanasan global. Saat itu, mesin-mesin penghasil polusi mulai digunakan dan terus berkembang hingga saat ini.

Bahkan mesin-mesin yang digunakan untuk kegiatan industri sudah lebih banyak, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Hal ini berakibat pada meningkatnya polusi yang menyebabkan terjadinya global warming.

5. Konsumsi Listrik yang Berlebihan

Selain aktivitas berskala besar, aktivitas sehari-hari seperti penggunaan listrik juga menyebabkan pemanasan global. Walaupun sudah terdapat beberapa alternatif untuk menghasilkan listrik, faktanya batu bara masih menjadi sumber energi utama dalam menghasilkan listrik.

Dalam prosesnya, batu bara dibakar untuk diolah menjadi listrik yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Pada proses pembakaran tersebut, tentunya menghasilkan banyak polusi yang termasuk ke jenis gas rumah kaca, seperti karbon dioksida.

Dengan demikian, konsumsi listrik yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kebutuhan akan berdampak buruk pada bumi. Selain menyumbang polusi yang lebih besar, hal ini tentu juga akan berpengaruh pada terjadinya pemanasan global.

Dampak Global Warming

Fenomena pemanasan global ini pastinya akan memberi dampak secara global pula. Dilihat dari penyebabnya, dapat diketahui bahwa dampak yang dihasilkan pastinya lebih banyak merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya. Berikut adalah dampak yang ditimbulkan akibat global warming.

1. Pencemaran Udara

Salah satu dampak negatif dari pemanasan global adalah pencemaran udara yang berlebihan. Seperti dijelaskan sebelumnya, bahwa pemanasan global terjadi akibat gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen dioksida.

Jika permasalahan ini tidak segera ditangani akan berakibat buruk bagi manusia dan makhluk hidup yang lain. Pencemara udara yang berlangsung lama akan mempengaruhi kesehatan pernafasan mulai dari manusia, hewan, hingga tumbuhan.

2. Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrim

Pencemaran udara masih tergolong dalam dampak kecil dari terjadinya pemanasan global. Pemanasan global yang terus berlangsung akan menyebabkan perubahan iklim dan cuaca secara ekstrim. Hal ini ditandai oleh beberapa hal, seperti mencairnya es di kutub, perubahan cuaca yang tidak menentu, hingga menipisnya lapisan ozon.

Jika berkelanjutan, maka dampak negatif yang dihasilkan akan lebih kompleks, mulai dari terjadinya berbagai bencana alam dan juga ekosistem yang terganggu. Salah satu contoh bencana alam yang terjadi adalah bencana kabut asap di Riau tahun 2015 yang menjadi bukti nyata dari dampak negatif pemanasan global.

3. Ekosistem Terganggu

Selain bencana alam, pemanasan global juga mengakibatkan terganggunya keseimbangan ekosistem alam. Hal tersebut ditandai dengan kepunahan spesies tertentu satu demi satu. Menurut studi di Kutub Utara, beruang kutub adalah contoh spesies yang berpotensi punah pada akhir abad ini. Jika tidak segera ditangani, akan menyebabkan kepunahan peradaban di muka bumi.

Pencegahan Global Warming

Setelah mengetahui dan memahami tentang penyebab dan dampak dari global warming, kita bisa mulai merencanakan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan terjadinya pemanasan global.

1. Reboisasi

Salah satu penyebab pemanasan global adalah penebangan hutan yang kadang juga mengakibatkan pembakaran hutan. Hal ini tentu mengakibatkan lahan hijau di bumi semakin berkurang dan polusi otomatis semakin bertambah.

Dengan demikian, reboisasi sangat dibutuhkan untuk kembali menyediakan lahan terbuka hijau. Tersedianya lahan terbuka hijau akan membantu membersihkan polusi yang ada di udara sehingga udara yang dihirup akan lebih bersih dan berpengaruh baik pada kesehatan pernafasan makhluk hidup.

2. Konsumsi Daging dan Sayuran Secukupnya

Langkah kedua yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi pemanasan global adalah konsusi daging dan sayur secukupnya. Seperti yang dijelaskan pada bagian penyebab pemanasan global, perternakan dan pertanian adalah salah satu sektor yang berpengaruh terhadap hal itu.

Dengan demikian, kita perlu lebih bijak dalam mengonsumsi daging dan sayuran. Hal ini bisa diawali dengan makan secukupnya, sesuai dengan kebutuhan nutrisi harian. Untuk mengurangi konsumsi daging dan sayur sepenuhnya memang mustahil, sehingga yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

3. Menggunakan Transportasi Umum

Kendaraan bermotor adalah salah satu penyumbang polusi penyebab global warming. Di era ini, mustahil untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor sama sekali. Sebagai makhluk sosial, manusia perlu bermobilisasi dan bersosialisasi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Oleh karena itu, diperlukan solusi cerdas untuk menangani polusi yang disebabkan oleh kendaraan bermotor, yaitu penggunaan transportasi umum. Dengan menggunakan transportasi umum, kita turut berkontribusi untuk mengurangi volume penggunaan kendaraan bermotor.

4. Manajemen Sampah dan Terapkan 3R

Sampah adalah barang atau benda yang dihasilkan dari berbagai kegiatan dan tidak dapat dipakai kembali. Terdapat beberapa jenis sampah yang terbagi menjadi sampah rumah tangga dan sampah/limbah industri.

Sampah atau limbah industri adalah sampah yang dihasilkan dalam kegiatan industri. Bentuk sampah industri ada bermacam-macam, tergantung jenis industrinya. Bisa berbentuk padat seperti sampah dari industri garmen, cair seperti pada industri pangan, ataupun udara.

Untuk pengelolaan sampah industri, kita memang tidak bisa berperan banyak karena sampah tersebut adalah milik dari pengelola industri yang bersangkutan. Namun, kita bisa mulai mengelola pribadi atau dikenal sebagai sampah rumah tangga yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengelola sampah dengan bijak, disarankan untuk menerapkan aturan 3R (Reduce, Reuse, Recyle). Sebelum itu, kita perlu memilah-milah sampah terlebih dahulu untuk dikelompokkan dalam aturan 3R. Mari kita bahas!

  1. Reduce berarti mengurangi. Mulai saat ini, kita perlu mengurangi penggunaan barang-barang yang tidak diperlukan. Salah satunya adalah berhenti menggunakan barang sekali pakai seperti tas belanja plastik.
  2. Reuse berarti menggunakan kembali. Kita harus mulai mengurangi peggunaan sekali pakai dan beralih pada barang yang bisa digunakan berulang. Contohnya adalah menggunakan tas belanja dari kain sehingga bisa dicuci kembali.
  3. Recycle berarti mendaur ulang. Untuk mengurangi volume sampah, kita harus mulai berkontribusi dalam proses daur ulang, terutama untuk sampah pribadi. Kegiatan paling mudah dalam daur ulang adalah mengelolah kembali sampah pangan menjadi kompos yang bisa digunakan kembali di taman atau halaman pribadi.

5. Bijak menggunakan Listrik

Tindakan paling mudah yang bisa dilakukan untuk mengurangi pemanasan global adalah hemat dan bijak dalam menggunakan listrik. Untuk melakukan hal ini, tidak diperlukan tenaga dan biaya yang besar. Walaupun terlihat sepele, menggunakan listrik dengan bijak akan berdampak besar bagi bumi.

Jika penggunaan listrik berkurang, maka pembakaran batu bara untuk menghasilkan listrik juga ikut berkurang. Dengan demikian, polusi yang dihasilkan dari proses pembakaran akan berkurang juga. Hal ini pula yang akan membuat pemanasan global semakin berkurang.

6. Edukasi kepada Lingkungan Sekitar

Walaupun sudah melakukan berbagai tindakan yang sudah dilakukan di atas, rasanya masih perlu suatu tindakan yang bisa berdampak lebih besar. Untuk membuat perubahan, mulai membiasakan dari diri sendiri memanglah perlu.

Namun, tindakan yang mengajak masyarakat luas akan memberi dampak yang lebih signifikan jika dilakukan dengan merata dan terstruktur. Melakukan sosialisasi dengan tujuan memberikan edukasi merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan.

Dengan mensosialisasikan tindakan-tindakan yang sudah dijelaskan di atas, maka akan semakin banyak orang yang berkontribusi untuk mencegah dan menghentikan global warming. Jika tindakan tersebut bisa dijadikan gaya hidup dalam masyarakat, maka akan tercapai perubahan positif akan berkelanjutan.

Jika demikian, maka kesejahteraan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya akan turut meningkat menjadi lebih baik. Jadi, sobat myECO mau mulai berkontribusi dari aspek yang mana, nih?

SHARE

Berkontribusi pada Masa Depan yang Lebih Baik dengan myECO, Gunakan Produk yang Peduli Lingkungan Hari Ini!